Kejati Jabar limpahkan 2 Tersangka Korupsi 30 Miliar BPR Karya Maju ke Pengadilan

Bandung Raya75 Dilihat

BANDUNG, KOREKSINEWS.CO.ID- Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat (Jabar), melimpahkan Berkas Perkara 2 orang tersangka perkara tindak pidana korupsi Penyimpangan Pemberian Kredit di Perumda BPR Karya Remaja Indramayu tahun 2020 s/d 2021, ke Pengadilan Negeri Kelas IA Bandung, Selasa (9/5/2023) lalu.

Tersangka 2 orang itu adalah Sdr. SG Direktur Utama BPR Karya Remaja Indramayu di limpahkan berdasarkan Surat Perkara Acara Pemeriksaan Biasa (P-31) Nomor : 1421/M.2.21/Ft.1/05/2023 tanggal 08 Mei 2023.

Kemudiana, Sdr. DH, Debitur BPR Karya Remaja Indramayu di limpahkan berdasarkan Surat Perkara Acara Pemeriksaan Biasa (P-31) Nomor : 1426/M.2.21/Ft.1/05/2023 tanggal 08 Mei 2023.

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jabar, Bima Suprayoga mengatakan, pelimpahan perkara tindak pidana korupsi di Perumda BPR Karya Remaja Indramayu telah diselesaikan.

Baca juga :   Kejati Jabar Tetapkan Kepala BKPSDM Jadi Tersangka Korupsi Pasar Sindang Kasih

Untuk selanjutnya, berdasarkan Penetapan Hakim Ketua pada Pengadilan Negeri Bandung tanggal 09 Mei 2023 Nomor : 59/ Pid.Sus-TPK/2023/PN Bdg dan Nomor : 60/ Pid.Sus-TPK/2023/PN Bdg menetapkan sidang pada hari Rabu tanggal 17 Mei 2023 Pukul 09.35 Wib.

Terhadap kedua Tersangka selanjutnya dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Negara Klas I Bandung, selama 30 hari terhitung sejak tanggal 09 Mei 2023 sampai dengan 07 Juni 2023.

“Penahan itu, berdasarkan Surat Penetapan Hakim Ketua Pengadilan Negeri Bandung Nomor : 59/ Pid.Sus-TPK/2023/PN Bdg dan Nomor : 60/ Pid.Sus-TPK/2023/PN Bdg tanggal 10 Mei 2023.

Kasus BPR Karya Remaja Indramayu ini merugikan keuangan negara lebih dari Rp. 30.000.000.000,-. Kejaksaan Tinggi Jabar tetap akan mengembangkan perkara ini untuk melakukan upaya memulihkan kerugian keuangan negara akibat perbuatan para tersangka.

Baca juga :   Sekretaris Dinas Perpustakaan Provinsi Jawa Barat Andri Heryanto Paparkan Makna Galeri Arsip COVID 19

Kedua Tersangka melanggar Pasal 2, Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *