Harga Beras Melambung Tinggi, Masyarakat Menjerit, Dewan Pakar LSM Lira : Pj Bupati Gagal Mengatasi Perekonomian Aceh Tenggara

Beras, foto/koreksinews.co.id.

Aceh Tenggara, Koreksinews.co.id – Harga beras di Aceh Tenggara terus mengalami kenaikan. kenaikan harga beras ini dikeluhkan sejumlah masyarakat.

Intan salah pedagang pajak pagi mengeluhkan kenaikan harga beras mencapai Rp 210-220 per zak untuk ukuran 15 kilogram, dimana sebelumnya 150.000 per saknya.

Menurutnya kondisi kenaikan harga beras ini sudah berlangsung lama. Namun, tidak terlalu spontan hanya saja pada September ini harganya cukup melambung tinggi.

Akibat dari adanya kenaikan beras sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat di pajak pagi.

Hal yang sama juga dikatakan pedagang Beras Siti Hadijah, tinggi harga beras berdampak pada daya beli masyarakat yang semakin menurun, di samping itu Dia juga mengatakan kenaikan harga beras sangat berdampak pada naiknya harga kebutuhan pokok lainya.

Informasi dihimpun, Koreksinews.co.id, Harga beras terus merangkak dan menggapai titik tertinggi dalam 10 tahun terakhir, Kenaikan harga beras dipicu karena permintaan di pasaran meningkat, sementara stok di pasaran menipis. Selain itu Penyebab beras naik karena petani di Aceh tenggara masih melakukan masa tanam.

Dewan Pakar LSM LIRA Aceh Tenggara, Khairul, Foto Koreksinews.co.id

Baca juga :   Revisi pemberitaan yang sudah di tayangkan "Terkait Aliran Dana BUMDES"

Atas tingginya harga beras Dewan pakar LSM lira Aceh Tenggara Khairul, meminta kepada pemerintah daerah untuk mencari solusi, menurutnya jika hal ini terus berlanjut dikhawatirkan akan terjadi tindakan pencurian dan kriminalitas.

“Memang kenaikan akumulasi harga beras saat ini secara nasional, akan tetapi hendak pemerintah membuat kebijakan terhadap gabah petani jangan diluar keluar daerah, sehingga ketahanan pangan daerah kita dapat terjaga dengan stabil,” katanya.

Salain itu dia juga menilai kepemimpinan Syakir sebagai Pj. Aceh Tenggara gagal dalam meningkatkan perekonomian Aceh Tenggara dan menekan inflasi kebutuhan bahan pokok seperti beras.

Sebab menurutnya, Peredaran uang di Aceh Tenggara tidak berjalan, faktor penyebabnya karna sejumlah paket proyek banyak yang belum di lelang padahal APBK sudah disahkan melalui sidang paripurna DPRK, jika pelelangan paket proyek telah dilelangkan sesuai dengan progres nya, yang sudah tertuang dalam dokumen APBK yang sudah disepakati antara eksekutif dan legislatif tentu akan dapat mempertumbuhkah perekonomian masyarakat luas,” kata Khairul Sabtu 16 September 2023 kepada koreksinews.co.id

lanjut Dewan Pakar LSM LIRA, Dengan berjalannya pengerjaan sejumlah paket proyek tentunya akan dapat menumbuhkan kembangkan perekonomian melalui penerapan tenaga kerja dan uang tentu akan berputar.

“Hal ini tidak dijalan oleh pemerintah sehingga menjadi kendala, kendatipun sudah beberapa paket proyek memang sudah berjalan,” tuturnya.

Bahkan, selama kepemimpinan Pj Bupati Aceh Tenggara, terkesan vakum, padahal beliau hampir setiap hari rapat dengan para OPD akan tetapi implementasi dari hasil rapat tersebut tidak berjalan secara maksimal. Karna sebagai representasinya beliau tidak bisa menjalankan APBK secara maksimal, dan tidak bisa menekan pertumbuhan laju Implementasi, sebut Khairul.

“Untuk itu kita meminta kepada Gubernur Aceh Ahmad Marzuki, Mendagri Tito Karnavian dan Presiden RI, Bapak Jokowi Dodo untuk tidak usah lagi memperpanjang beliau sebagai Pj. Bupati Agara,”katanya mengakhiri.

 

Baca juga :   Danlanal Tegal Laksanakan Ziarah Dan Tabur Bunga Dalam Rangka Hari Pahlawan

( SAE )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *