Dapur MBG Yayasan Al – Ashry Manggungan Haurgeulis Utamakan Kualitas Kenyamanan

Berita0 Dilihat

Indramayu, Koreksinews co – id,- Program Badan Gizi Nasional Republik Indonesia, Dapur MBG (makan Bergizi Gratis) kerjasama plus penanggung jawab Yayasan Al – Ashry ibu hj, Umi Jubaedah dan didampingi Bpk H, Saepullah sebagai suami, plus pemilik TK, PAUD Al – Ashry Manggungan Haurgeulis kabupaten Indramayu, bisa dijadikan contoh dari dapur yang lain.

Secara tesnis kebersihan dan higenitas tampil beda, yaitu sudah memakai oven pengering stainless. Alat makan/ foodtray setalah dicuci sudah dilap lalu dimasukan ke Oven pengering dengan sistem bertahap selama 6 menit-diangkat dan seterusnya disimpan di rak penyimpanan. Untuk keamanan dan perlindungan akan panas oven pengering, para relawan penjamah pangan khusus bagian pengeringan alat makan/ oven menggunakan sarung tangan khusus anti panas. Oven pengering ini mengindari lembab, jamuran “Wow sangat Luar biasa” !

Baca juga :   Peringati Hari Pahlawan, Puslatdiksarmil Kodiklatal Gelar Apel Bersama

Dapur MBG Yayasan Al – Ashry, Selalu menjaga dapur tetap bersih dan nyaman. Tidak ada lagi kekhatiran anak – anak didik yang menikmati sajian dari Dapur Yayasan Al – Ashry, lantas Pada hari Rabu 01/10/2025, pukul 16,20 wib sore hari wartawan Koreksinew bersama 3 rekanan dari media lain menjumpai penglolah Dapur MBG (makan Bergizi Gratis) manggungan Haurgeulis di kediamannya Bpk H, Saefullah suami dari ibu hj, Umi Jubaedah merespon kehadiran wartawan Koreksinews dengan sangat baik, tak lama kemudian wartawan Koreksinews meminta Bpk H, Saepullah untuk menjelaskan terkait Dapur MBG bagaimana aturan – aturan yang sudah berjalan dan disepakati bersama MBG, Dan betul yang sudah tertulis di atas mengutamakan kebersihan dan menjaga kualitas jangan sampe ada hal – hal yang tidak di inginkan seperti yang lagi viralnya di medsos facebook di luar sana, dan kemudian saya mempunyai para relawan laki dan perempuan sejumlah 47 orang dengan gajih UMR Indramayu per 20 hari gajian menangani/ melayani 26 sekolah sebanyak 3.500 anak didik (Tiga ribu lima ratus) yang 10 % untuk balita, ibu hamil dan ibu menyusui.

Baca juga :   Koperasi Merah Putih Desa Cilangari Kecamatan Gununghalu berdiri, H Sabana Kades: Siap Gali potensi lokal di wilayah

Wajib menjadi perhatian dalam penyajian menu lauk, sayur mayur dan buah yang berbeda disetiap harinya. Tim manajemen SPPG mengkawal pelaksanaan program BGN (Badan Gizi Nasional), jadi mereka yang mengatur jadwal menu, tidak sembarangan dan menu yang sudah disiapkan sudah terbilang mengandung kalsium, nilai ergizi sesuai prosentasenya. Demikian dari kami l sementara ini, semoga seterusnya tidak ada masalah di kabupaten Indramayu-kondusif, pungkasnya Kabiro Indramayu. ( T C )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *