Proyek Pengerjaan Marka Jalan diduga Menjadi Ajang KKN

Bandung, Koreksinews.co.id – Pekerjaan Pengecatan Marka Jalan Ruas Jalan Bts. Cimahi – Lembang dan Jl. Kolonel Masturi (Cimahi) yang dikerjakan oleh CV. Panglima Karya Konstruksi dengan Pagu Anggaran Rp. 389.663.431,00 Sumber Dana APBD Provinsi Jawa Barat diduga dijadikan ajang praktek KKN.

Pasalnya ketebalan Marka Jalan di Jl. Kolonel Masturi terpantau oleh tim investigasi koreksinews.co.id hanya setebal 2,3mm s.d 2,5mm. Senin (20/11/2023).

Foto ketebalan kurang dari 3mm

Juga Marka jalan tersebut diduga menggunakan bahan cat tidak sesuai dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

“Pekerjaan Marka jalan harus sesuai dengan standar yang sudah di tentukan, pada spesifikasi teknis jelas tertulis tebal Marka jalan termoplastik 3mm pada RAB, namun heran ketika saya ukur menggunakan sigmat tebalnya hanya 2,3 sampai dengan 2.5 mm, hal tersebut membuktikan bahwa adanya bau korupsi pada paket pekerjaan tersebut,” ujar Yogi ketika dimintai keterangan seusai cek lokasi pekerjaan.

Baca juga :   Semangat !!! Warga Batujajar mengikuti Senam Sehat Bersama Jeje Richie Ismail Bacalon Bupati
Foto situasi Marka jalan di jalan kolonel masturi

Hal senada diungkapkan Ari selaku mantan pengusaha Marka jalan, “Ketika saya cek bahan material Marka jalan diduga memakai merk Intan, yang tidak berlisensi atau tidak sesuai TKDN”, ujar Ari.

Pihak redaksi media koreksi news.co.id berusaha menghubungi
pihak dari UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah 3 Provinsi Jawa Barat, namun sampai berita ini pihak terkait belum bisa dimintai keterangan.

Berdasarkan temuan dari narasumber, redaksi koreksinews.co.id selanjutnya memintai tanggapan dari Kepala Dinas Bina Marga Jawa Barat yang juga menjabat sebagai Pj. Walikota Bandung. (Ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *