Bandung, koreksinews.co.id – Penjabat Wali Kota Bandung, A. Koswara menegaskan bakal fokus mengupayakan pengelolaan sampah di Kota Bandung dengan memperkuat kebijakan yang melibatkan pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.
Menurutnya, kebijakan pengelolaan sampah selama ini masih terlalu berfokus pada hilir, seperti pembuatan tempat pembuangan akhir (TPA) dan tempat pembuangan sampah sementara (TPS), sementara kebijakan di hulu yang melibatkan pengelolaan sampah dari sumbernya belum berjalan sesuai rencana.
“Kami ingin memperkuat kebijakan di hulunya, yaitu bagaimana sampah dikelola di tingkat sumbernya. Dari 1.500 RW yang ada di Bandung, 380 RW sudah bebas sampah. Ini artinya sampah mereka sudah diolah di RW masing-masing melalui metode komposting, maggot, dan beternak,” ujar Koswara, Kamis (17/10/2024).
Program ini memungkinkan sampah dikelola langsung di lingkungan masyarakat, sehingga hanya residu sampah yang diangkut ke TPA. Koswara menargetkan jika program ini berhasil diterapkan di seluruh RW di Bandung, volume sampah yang dibuang ke TPA dapat dikurangi hingga 30 persen per hari.
“Jika sistem ini bisa diterapkan di semua RW, kita bisa mengurangi sampah yang dibuang ke TPA secara signifikan, dan sampah yang tersisa bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan produk lain,” katanya.
Namun, Koswara menekankan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam mengimplementasikan program ini adalah pada tahap pengangkutan sampah.
Menurutnya, disiplin dan integritas para petugas pengangkut sampah sangat penting dalam memastikan keberhasilan program ini.
“Sistemnya bisa baik di tingkat sumber, tetapi kalau petugas pengangkutnya tidak disiplin, kita akan menghadapi masalah lagi. Oleh karena itu, saya akan mengeluarkan instruksi tegas bahwa sampah yang tidak dipilah tidak akan diangkut,” paparnya.
Selain itu, Koswara berencana mengeluarkan surat edaran terkait pemisahan sampah di tingkat rumah tangga, sebagai langkah awal dari upaya besar-besaran mengurangi sampah di Kota Bandung.
Jika program ini berjalan baik, Koswara optimis bahwa Bandung akan menjadi kota yang lebih bersih dan nyaman. (***)









