Bandung, koreksinews.co.id – Adu gagasan untuk berbenah Kota Bandung dilakukan oleh 3 bakal calon Walikota Bandung yang digelar dalam Forum Grup Discussion (FGD) di Pusat Studi Politik & Demokrasi Unpad di UTC Dago Hotel, Jalan Ir. H Djuanda, Kota Bandung, Rabu (19/06/2024).
Dengan mengusung tema “Bebenah Bandung: Kampung Kota, Kesejahteraan & Kepemimpinan Daerah menuju Indonesia Emas 2045”.
Guru Besar Politik UPI, Cecep Darmawan, yang menjadi satu di antara narasumber FGD mengatakan, wali Kota Bandung periode 2024-2029 harus mampu mengembalikan kepercayaan terhadap pemimpin Kota Bandung.
“Pilkada 2024 harus dijadikan momentum untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat karena Kota Bandung telah dinilai negatif dengan rentetan kasus korupsi yang menjerat pemimpin maupun pejabat pemerintah kota,” ujar Cecep.
Menurut Cecep, wali Kota Bandung harus berkualitas, berkompeten, dan berintegritas serta memiliki jiwa kepemimpinan yang ideal.
Pemimpin Kota Bandung juga harus mampu membereskan kesemrawutan kampung kota, lingkungan yang kumuh, kemacetan, hingga kemiskinan.
Selain Cecep, hadir juga Ketua Pusat Studi Ilmu Politik dan Demokrasi FISIP Unpad, Ari Ganjar; Direktur Eksekutif Polsight, Yusa Djuyandi; pakar ilmu politik Unpad, Mudiyati Rahmatunnisa; dan Iman dari Jabar Bergerak.
Mudiyati Rahmatunnisa menilai ketiga cawalkot yang hadir adalah orang-orang yang berpengalaman. Dua politisi dan satu profesional sebagai Direktur Perumda Tirtawaning.
“Ketiganya memiliki kapasitas dan kapabilitas yang cukup baik memimpin dan mengatasi permasalahan-permasalahan klasik yang dihadapi Kota Bandung,” ujarnya.
Menurut Mudiyati, permasalahan di Kota Bandung yang mendesak harus diperbaiki kemacetan lalu lintas dan sampah.
Yusa Djuyandi, dosen Unpad, menilai ketiga bakal cawalkot memiliki program baik dan memiliki pengalaman kini tinggal buktikan janjinya.
“Gagasan ketiga cawalkot bagus semua, saya hanya mengingatkan seorang wali kota harus mendengarkan dan mencari solusi keluhan warga,” ujarnya.
Sedangkan Ari Ganjar Herdiansyah mengatakan FGD akan terus digelar dengan menghadirkan bakal calon yang lain hingga September 2024.
“Kita ingin menjadikan Pilkada ini bukan hanya memilih pemimpin tetapi juga bisa menjadi edukasi bagi masyarakat dan menjadi solusi dari berbagai permasalahan,” ujarnya.
Bakal calon wali Kota Bandung dari Partai Gerindra, Sonny Salimi, mengatakan integritas dan moralitas menjadi tantangan besar bagi pemimpin Kota Bandung.
“Pembangunan, inovasi dan kolaborasi menjadi salah satu kekuatan untuk membangun Kota Bandung dengan sederet problematika yang ada,” ujar Sonny. (Ade)









