Petani Desa Sukakerta Cilamaya minta Kali Penggalangan dipasang Pintu Air

Berita19 Dilihat

Karawang, Koreksinews.co.id – Kerinduan para petani sawah di Desa Sukakerta Kecamatan Cilamaya Wetan agar Saluran Pembuang (SP) Kali Penggalangan di normalisasi dan rehabilitasi sudah berpuluh tahun, namun hingga saat ini belum juga terealisasi.Terkesan pemerintah Desa kurang peduli akan keberadaan Kali Penggalangan.

 

Kali Penggalangan yang bermuara dengan air laut sangat merugikan petani saat terjadi pasang, air laut akan mengalir ke Kali Penggalangan dan selanjutnya ke lahan persawahan. Pasalnya pintu air sebagai pembatas air laut dengan air tawar di Kali Penggalangan hanya pintu yang dibuat secara gotong royong oleh para petani dengan memasang bambu, karung di isi pasir, papan dan terpal. Ketika air laut pasang, 2 orang petani wajib jaga dipintu air untuk menjaga agar air laut tidak mengalir ke Kali Pembuang.

Baca juga :   Enggan Memberi Keterangan Kepada Wartawan, Ka. UPT Pengelolan Sampah Kota Bandung Diduga Ikut Bermain

 

Terkait kurang adanya perhatian dari Pemerintah Desa akan keberadaan Kali Penggalangan, maka perwakilan petani akan mengajukan permohonan normalisas dan rehabilitasi ke Dinas PUPR Karawang dan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) di Bandung dengan pendampingan LSM Korek DPC Karawang.

 

Agustiani, Ketua DPC LSM Korek ketika dimintai tanggapannya usai memantau kondisi Kali Penggalangan mengatakan, kali penggalangan ini sangat urgent untuk diperbaiki, pintu air harus dipasang dan turap tanggul harus diperkuat dengan pasangan batu

LSM Korek akan dampingi petani untuk mengajukan permohonan ke pihak terkait. (Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *