Jelang Pilkada 2024. Kondusifitas Menjadi Titik Fokus Pemerintah Kota Bandung

Bandung, koreksinews.co.id – Usai Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia serta Pemilihan Legislatif, masyarakat Kota Bandung langsung dihadapkan dengan pesta demokrasi untuk memilih kepala daerah atau Pemilihan Kelapa Daerah (Pilkada).

Pilkada akan berlangsung dalam dua tahap, yaitu tahap persiapan dan tahap penyelenggaraan. Sedangkan hari pemungutan suara dilaksanakan pada tanggal 27 November 2024.

Pada Pilkada tahun 2024, warga Kota Bandung akan memilih Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung serta Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.

Khusus untuk Pilwalkot, pelaksanaannya menjadi momen penting bagi warga Kota Bandung untuk menentukan arah dan visi masa depan kota ini. Dalam konteks kondusifitas Kota Bandung, pemilihan ini menjadi titik fokus dalam memastikan pembangunan yang berkelanjutan serta terciptanya lingkungan yang aman, harmonis, dan inklusif bagi seluruh masyarakat.

Penjabat (Pj) Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono berharap Pilwalkot yang akan berlangsung November mendatang akan berjalan dengan baik. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tentunya akan berupaya mempersiapkan dan menfasilitasi penyelenggaraan Pilwalkot sehingga berjalan sukses dan lancar.

“Pilkada (Pilwalkot) tetap berjalan, kita sebagai penyelenggara, pemerintah mempunyai kewajiban untuk mempersiapkan dan memfasilitasi penyelenggaraannya,” ujar Bambang kepada Koreksinews.co.id, Jumat (26/4/2024).

Bambang berharap, selama penyelenggaraan Pilwalkot Bandung tahun 2024 tetap kondusif, tidak ada gesekan dan aman. “Harapannya kondisif, pilih calon yang terbaik yang bisa membawa Kota Bandung menjadi jauh lebih baik,” ujarnya.

“Pemkot (Pemerintah Kota) Bandung berkomitmen untuk mendukung proses demokrasi. Hal ini sejalan dengan amanat pemerintah pusat agar pemerintah daerah bersinergi untuk menyukseskan Pilkada serentak 2024,” imbuhnya.

Bambang menyebutkan, situasi Kota Bandung saat ini menghadapi Pilkada terbilang kondusif. Pemkot pun senantiasa melakukan pembinaan-pembinaan politik.

“Mohon dukungan dan kerjasama dari semua pihak serta partisipasi aktif dari penyelenggara, pengamanan dan pemerintah daerah dalam menciptakan suasana yang kondusif dan demokratis,” paparnya.

Baca juga :   LSM KOREK Bersama Beberapa Dinas Kota Bandung Membahas Perizinan NAV Karaoke City Link

Bambang juga meminta warga untuk berpartisipasi dengan memilih pemimpin Kota Bandung mendatang. “Pilihlah calon sesuai dengan hati nurani warga Kota Bandung,” cetusnya.

Partisipasi warga, ungkapnya, sangat penting. Karena akan menentukan pemimpin Kota Bandung mendatang. “Partisipasi pemilih ini jadi penting sekali untuk kita memilih siapa calon pemimpin Kota Bandung yang sesuai dengan cita-cita,” ungkapnya.

Partisipasi aktif masyarakat dalam pemilihan, memang menjadi kunci untuk memastikan bahwa kepentingan dan aspirasi seluruh lapisan masyarakat terwakili dengan baik. Melalui proses pemilihan yang demokratis dan transparan, warga Kota Bandung memiliki kesempatan untuk memilih pemimpin yang mampu menggandeng serta menggerakkan partisipasi publik dalam pembangunan kota.

Pilwalkot Bandung tidak hanya sekadar pemilihan kepemimpinan, tetapi juga merupakan kesempatan bagi Kota Bandung untuk melangkah maju menuju kondusivitas yang lebih baik. Diperlukan kerja keras, kolaborasi, dan komitmen bersama dari semua pihak untuk menciptakan Kota Bandung yang lebih baik, lebih aman, dan lebih inklusif bagi seluruh masyarakatnya.

Kesbangpol Kota Bandung*

Foto* Kepala Badan Kesbangpol Kota Bandung, Bambang Sukardi

Hal senada dikatakan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung, Bambang Sukardi mengatakan, menjelang Pilwalkot Bandung dan juga Pilgub Jabar tahun 2024, Kota Bandung dapat dikatakan berada dalam suasana yang kondusif, namun bukan berarti tanpa tantangan.

“Kota Bandung menghadapi berbagai dinamika sosial, ekonomi, dan politik yang memengaruhi kondusivitasnya. Namun demikian, berbagai upaya telah dilakukan untuk menjaga stabilitas dan keamanan Kota Bandung menjelang pemilihan penting ini,” ungkap Bambang kepada koreksinews.co.id, Selasa (2/5/2024).

Bambang mengungkapkan, salah satu faktor penting dalam menjaga kondusivitas Kota Bandung adalah partisipasi aktif masyarakat dalam proses politik. Warga Kota Bandung memiliki kesempatan untuk menyuarakan aspirasi dan kepentingan mereka melalui berbagai forum partisipasi seperti pertemuan publik, dialog lintas sektor, dan diskusi terbuka.

Baca juga :   Pilkada Bandung 2024: Berharap Berjalan Aman, Kondusif, Sejuk dan Penuh Kegembiraan

“Hal ini memungkinkan terjadinya komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, serta memperkuat legitimasi proses pemilihan yang akan datang,” katanya.

Selain itu, upaya penegakan hukum dan keamanan yang intensif juga menjadi kunci dalam menjaga kondusivitas Kota Bandung. “Pemerintah daerah dan aparat keamanan bekerja sama untuk mencegah dan menanggulangi potensi gangguan keamanan yang dapat mengancam jalannya proses pemilihan. Peningkatan patroli dan pengawasan di berbagai titik strategis Kota Bandung dilakukan untuk memastikan bahwa warga dapat beraktivitas secara aman dan tenteram,” tutur Bambang.

Menurut Bambang, pentingnya dialog antarberbagai pihak juga tidak bisa diabaikan dalam menjaga kondusivitas Kota Bandung. Berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan komunitas sering melakukan pertemuan untuk menciptakan pemahaman yang lebih baik antara berbagai pihak tentang Pilwalkot.

“Hal ini membantu mengurangi potensi konflik dan meningkatkan rasa solidaritas dan persatuan di tengah-tengah masyarakat Kota Bandung,” cetus Bambang.

Menurut Bambang, ada tantangan yang perlu diatasi menjelang Pilwalkot yang akan digelar bulan November 2024. Salah satu tantangan utama adalah meningkatnya polarisasi dan persaingan politik yang dapat memicu ketegangan di antara berbagai kelompok dan kubu politik.

“Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih besar untuk mempromosikan dialog, toleransi, dan kerjasama antarberbagai pihak guna menciptakan suasana yang lebih harmonis dan inklusif,” ujarnya.

Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2024, Bakesbangpol Kota Bandung telah melaksanakan kegiatan pendidikan politik bagi organisasi masyarakat (Ormas). Ormas merupakan organisasi strategis yang mampu mendorong masyarakat lebih paham akan kegiatan politik nantinya. Ormas diharapkan mampu meminimalisasi terjadinya gesekan antarkelompok atau hal-hal yang menurunkan kondusivitas

“Secara keseluruhan, kondusivitas Kota Bandung menjelang Pilwalkot Bandung 2024 dapat dianggap relatif baik. Dengan partisipasi aktif masyarakat, penegakan hukum yang kuat, dialog antar berbagai pihak, serta komitmen untuk Pilwalkot 2024 yang aman dan damai,” tutup Bambang.

Baca juga :   Sinergisitas KPU dan Pers Penting dalam Transparansi Tahapan Pilkada Serentak 2024

KPU Kota Bandung*

Tahapan sudah dimulai
Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung, Wenti Frihadianti menyampaikan, tahapan Pilkada 2024 sudah dimulai, meski gelaran pilkada tersebut dilaksanakan pada 27 November 2024. Wenti menegaskan, pihaknya sudah melakukan persiapan menghadapi Pilwalkot 2024.

Pada 17 April hingga 5 November 2024, dilakukan pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS).

Komisioner KPU Kota Bandung Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat, Khoirul Anam, Minggu (28/4/2024), menerangkan bahwa sejak 23 April hingga 29 April 2024, KPU membuka pendaftaran untuk PPK menggunakan Sistem Informasi Anggota KPU dan Badan Ad Hoc (SIAKBA). Pengumuman calon anggota PPK yang diterima akan dinformasikan pada 15 Mei 2024 serta dilantik tanggal 16 Mei 2024.

Ketua KPU Kota Bandung, Wenti Frihadiantiali selanjutnya menyebutkan, penyerahan daftar penduduk potensial pemilih sudah dilakukan sejak 24 April hingga 31 Mei 2024. Dilanjutkan dengan pemuktahiran dan penyusunan data pemilih pada 31 Mei hingga 23 September 2024.

Untuk pemenuhan persyaratan dukungan pasangan calon perseorangan, Wenti menyebut akan dilakukan pada 5 Mei hingga 19 Agustus 2024. “Kalau pengumuman pendaftaran pasangan calon itu dimulai 24 Agustus hingga 26 Agustus 2024. Sedangkan pendaftarannya mulai 27 hingga 29 Agustus 2024. Dan akan dilakukan penelitian persyaratan calon per 27 Agustus hingga 21 September 2024,” kata Wenti kepada wartawan.

Selanjutnya Wenti menyebutkan, penetapan pasangan calon dilakukan pada 22 September 2024, sementara untuk kampanye mulai 25 September sampai 23 November 2024. “Pelaksanaan pemungutan suara 27 November, dan rekapitulasi akan sampai 16 Desember 2024,” katanya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *