Bandung, koreksinews.co.id –
dikatakan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung, Bambang Sukardi mengatakan, menjelang Pilwalkot Bandung dan juga Pilgub Jabar tahun 2024, Kota Bandung dapat dikatakan berada dalam suasana yang kondusif, namun bukan berarti tanpa tantangan.
“Kota Bandung menghadapi berbagai dinamika sosial, ekonomi, dan politik yang memengaruhi kondusivitasnya. Namun demikian, berbagai upaya telah dilakukan untuk menjaga stabilitas dan keamanan Kota Bandung menjelang pemilihan penting ini,” ungkap Bambang kepada koreksinews.co.id, Selasa (2/5/2024).
Bambang mengungkapkan, salah satu faktor penting dalam menjaga kondusivitas Kota Bandung adalah partisipasi aktif masyarakat dalam proses politik. Warga Kota Bandung memiliki kesempatan untuk menyuarakan aspirasi dan kepentingan mereka melalui berbagai forum partisipasi seperti pertemuan publik, dialog lintas sektor, dan diskusi terbuka.
“Hal ini memungkinkan terjadinya komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, serta memperkuat legitimasi proses pemilihan yang akan datang,” katanya.
Selain itu, upaya penegakan hukum dan keamanan yang intensif juga menjadi kunci dalam menjaga kondusivitas Kota Bandung. “Pemerintah daerah dan aparat keamanan bekerja sama untuk mencegah dan menanggulangi potensi gangguan keamanan yang dapat mengancam jalannya proses pemilihan. Peningkatan patroli dan pengawasan di berbagai titik strategis Kota Bandung dilakukan untuk memastikan bahwa warga dapat beraktivitas secara aman dan tenteram,” tutur Bambang.
Menurut Bambang, pentingnya dialog antarberbagai pihak juga tidak bisa diabaikan dalam menjaga kondusivitas Kota Bandung. Berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan komunitas sering melakukan pertemuan untuk menciptakan pemahaman yang lebih baik antara berbagai pihak tentang Pilwalkot.
“Hal ini membantu mengurangi potensi konflik dan meningkatkan rasa solidaritas dan persatuan di tengah-tengah masyarakat Kota Bandung,” cetus Bambang.
Menurut Bambang, ada tantangan yang perlu diatasi menjelang Pilwalkot yang akan digelar bulan November 2024. Salah satu tantangan utama adalah meningkatnya polarisasi dan persaingan politik yang dapat memicu ketegangan di antara berbagai kelompok dan kubu politik.
“Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih besar untuk mempromosikan dialog, toleransi, dan kerjasama antarberbagai pihak guna menciptakan suasana yang lebih harmonis dan inklusif,” ujarnya.
Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2024, Bakesbangpol Kota Bandung telah melaksanakan kegiatan pendidikan politik bagi organisasi masyarakat (Ormas). Ormas merupakan organisasi strategis yang mampu mendorong masyarakat lebih paham akan kegiatan politik nantinya. Ormas diharapkan mampu meminimalisasi terjadinya gesekan antarkelompok atau hal-hal yang menurunkan kondusivitas
“Secara keseluruhan, kondusivitas Kota Bandung menjelang Pilwalkot Bandung 2024 dapat dianggap relatif baik. Dengan partisipasi aktif masyarakat, penegakan hukum yang kuat, dialog antar berbagai pihak, serta komitmen untuk Pilwalkot 2024 yang aman dan damai,” tutup Bambang.(Red)









