BWF Melarang Pukulan Servis Spin di Badminton hingga 29 Mei 2023

Olahraga64 Dilihat

Federasi Badminton Dunia (BWF) melarang teknik servis spin hingga 29 Mei 2023. Larangan itu diumumkan BWF melalui situs resminya pada 12 Mei 2023.

Pebulu tangkis asal Denmark, Marcus Rindshoj, adalah orang pertama yang menggunakan teknik servis spin. Dia menggunakknya pada babak 16 besar Polish Open 2023. Saat itu, Marcus Rindshoj bersama pasangannya, Rasmuss Espersen, mempraktikkan teknik itu untuk melawan ganda putra Singapura, Jun Liang Andy Kwek-Loh Kean Hean.

Meski Marcus Rindshoj kalah, teknik servis spin yang digunaknnya menjadi perbincangan para pemain dan para pencinta badminton karena Rindshoj mampu meraih beberapa poin dari teknik itu.

Ganda putra India, Satwiksairaj Rankireddy-Chirag Shetty, juga menggunakan teknik servis spin itu. Mereka pun meraih beberapa poin dari teknik itu.

Baca juga :   Pj. Walikota : Dengan Keterbatasan, Olahraga di Cimahi Harus Jadi Industri

Baca Juga: Hasil MLBB Men di SEA Games 2023: Indonesia Kalah Kontra Kamboja Usai Dipaksa Bermain Ultra Late Game

Servis spin adalah teknik memutar kok sebelum disentuh oleh raket. Teknik ini membuat bola dapat dipukul cepat melewati net sehingga lawan gagal mengembalikannya.

BWF melalui Amandemen 9.1.5 Bagian 4.1 dalam Undang-Undang Bulu Tangkis menyatakan, “Pemain yang melakukan servis harus melepaskan kok tanpa menambahkan putaran dan raket harus mengenai dasar kok.”

Larangan pemain menggunakan servis spin akan diterapkan di Sudirman Cup 2023 dan Malaysia Masters 2023.

“Kami telah menerima beberapa umpan balik dari komunitas bulu tangkis, termasuk Komisi Atlet BWF, yang menyatakan bahwa spin serve ini dapat berdampak negatif pada permainan,” ujar Presiden BWF Poul-Erik Høyer dalam pernyataan resmi tertulis, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman resmi BWF pada Jumat, 12 Mei 2023.

Baca juga :   Hasil Audit Inklusi Trotoar Kota Bandung, Masih Banyak Mobil dan Motor Parkir Sembarangan

Baca Juga: Manajer yang Ajak Karyawati di Bekasi Staycation Dipecat, Proses Hukum Tetap Berlanjut

“Secara internal juga telah diamati bahwa servis spin memiliki banyak karakteristik yang mirip dengan side serve yang tidak diperbolehkan,” ujar BWF.

“BWF juga ingin menghindari skenario Sudirman Cup Finals 2023 dan turnamen internasional lainnya, menjadi alat untuk menguji ‘spin serve’ dan pada akhirnya mengganggu kompetisi,” ujarnya.

“Larangan spin serve berlaku sampai Dewan BWF bersidang lagi untuk diskusi dan pertimbangan lebih lanjut,” ujar BWF.***

Sumber : https://www.pikiran-rakyat.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *