Magotisasi di Kecamatan Panyileukan Berhasil Datangkan Keuntungan

Berita0 Dilihat

Bandung, koreksinews.co.id | Program pengolahan sampah dengan cara magotisasi sudah mulai berjalan dibeberapa Kecamatan di Kota Bandung. Salah satunya di Kecamatan Panyileukan Program pengolaan sampah dengan cara magotisasi ini bisa dibilang sukses. Pasalnya empat kelurahan di Kecamatan Panyileukan mampu menghasilkan 5 kwintal magot.
Sebelum Pemerintah Kota Bandung gencar mencanangan program pengolaan sampah ini, Camat Panyileukan sudah menugaskan para pegawai Kecamatan baik ASN dan Non ASN untuk mensosialisasikan progam pilah sampah secara mandiri kepada masyarakatnya sehingga dapat mempengaruhi hasil dari magotisasi.
Hal ini diungkapkan oleh Leon selaku Kasi Trantib Kecamatan Panyileukan pada saat beraudensi dengan LSM KOREK DPC Kota Bandung, “ Warga Kecamatan Panyileukan sudah terbiasa dengan program pemilahan sampah mandiri yang diintruksikan oleh camat sehingga saat Pemerintah Kota Bandung mencanangkan pengolahan sampah dengan cara magotisasi kami tidak terlalu kesulitan,” papar Leon menjelaskan kepada seluruh peserta audensi mewakili Camat yang kebetulan tidak dapat menghadiri audensi tersebut.
“Kendala yang sempat kami alami sejauh ini adalah terjadinya over populasi magot, bahkan kami sempat memusnahkan bibit magot hasil magotisasi karena khawatir akan berdampak buruk bagi masyarakat dan lingkungan,” tambahnya.
Kendati demikian, dari kejadian tersebut pihak Kecamatan Panyileukan terus mencari solusi agar magot yang dihasilkan tidak menjadi hama dan menumpuk begitu saja. Hingga akhirnya pihak Kecamatan Panyileukan berhasil menggaet salah satu produsen kecantikan ternama di Indonesia untuk bekerjasama untuk dapat mendistribusikan magot dari hasil magotisasi untuk menjadi salah satu bahan produk kecantikan.
“Kami berhasil bernegosiasi dengan salah satu produsen ternama agar mereka mau menampung magot dari hasil magotisasi di kecamatan kami, namun hal itu masih dalam proses karena quantitas magot yang mereka butuhkan sebanyak 10 kwintal sedangkan kami baru bisa menghasilkan 5 kwintal magot,” jelasnya. (Iman)

Baca juga :   Dinsos Adakan Kunjungan ke Satpelsos Rangganis di Kecamatan Bandung Wetan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *