Proyek Pemeliharaan Jalan Di Jalan Panjunan Dan Jalan Astana Anyar Kota Bandung Menuai Kritikan Tajam dari LSM KOREK

Bandung0 Dilihat

BANDUNG, KOREKSINEWS- Proyek ini menjadi perhatian LSM KOREK setelah muncul dugaan ketidaksesuaian pelaksanaan pekerjaan di lapangan dan Ketidaklengkapan informasi pada papan proyek yang dapat dianggap sebagai pelanggaran terhadap prinsip akuntabilitas dan transparansi.

Berdasarkan hasil penelusuran dan pantauan LSM KOREK dilokasi pekerjaan yang dilakukan oleh CV.Bangun Sarana Abadi, diduga belum sepenuhnya nya mengacu pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta standar jenis peningkatan jalan.

Kemudian ada dugaan Hotmix diperjual belikan kepada masyarakat dan penerangan jalan pada saat melakukan pekerjaan tidak memadai.

Menurut Sekretaris Jendral DPP LSM KOREK Asep Sofiyan Yahya yang akrab disapa Ade KOREK, di lokasi proyek mengatakan, tidak ada pengawasan dari dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung.

Baca juga :   Penjualan Pakaian Bekas Di Pasar Gedebage Menjadi Bukti Nyata, Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 40 Tahun 2022 Tidak Diindahkan

“Yang ada hanya ada perwakilan konsultan pelaksana, itu juga hanya staf-nya”,ucapnya, Kamis malam 21 Mei 2025.

Disisi lain, Ade KOREK juga mengatakan sebelum dilakukan penyiraman perekat dan peningkatan aspal, tidak dilakukan pengerukan atau gril terlebih dahulu.

“Guna memastikan struktur dasar sebelum dilakukan pelapisan ulang, kita tidak menemukan adanya proses penggalian/pengerukan aspal atau pembongkaran lapisan eksisting secara manual atau menggunakan alat cold Milling Machine, ,” tutur Ade.

Ade juga mengatakan,adanya dugaan pengurangan anggaran dikarenakan ketebalan tidak sama.

“Berdasarkan hasil investigasi LSM KOREK, pada sejumlah titik lapisan hotmix terlihat lebih tipis dari spesifikasi umum dan permukaan jalan dibeberapa bagian terlihat kurang merata sehingga jauh dibawah standar spesifikasi teknis yang mempengaruhi kwalitas dan daya tahan jalan, serta pengurangan anggaran,”jelasnya.

Baca juga :   LSM KOREK Walk Out,Audiensi Bersama RSUD Kabupaten Sumedang Tidak Seperti Yang Diharapkan

Kendati ada papan informasi di lapangan tetapi tidak melampirkan pagu anggaran dan kode RUP atau kode kontrak dari proyek tersebut sehingga LSM KOREK menilai ada yang ditutup-tutupi dan ketidaktransparanan tentang proyek tersebut,

Lebih Lanjut Ade juga mengatakan, Ketidaklengkapan informasi pada papan proyek dapat dianggap sebagai pelanggaran terhadap prinsip akuntabilitas dan transparansi.

“Apakah ada sesuatu yang sengaja ditutupi? Bagaimana masyarakat bisa memastikan kesesuaian antara nilai proyek dengan kualitas pekerjaan jika anggarannya disembunyikan?,”tanya Ade.

“Kondisi ini menimbulkan kecurigaan publik,dan ini jelas merugikan masyarakat karena menutup ruang pengawasan publik”,tegas Ade.

LSM KOREK meminta kepada Pemkot Bandung untuk tidak melakukan pembayaran terlebih dahulu tanpa ada pemeriksaan oleh pihak terkait berdasarkan hasil investigasi dan temuan LSM KOREK.

Baca juga :   Hibah Koni Aceh Tenggara Tahun 2023 Terkesan Tiada Guna ketua Lsm Korek Minta APH Usut Tuntas.

Sementara itu salah satu konsultan pengawas mengatakan, proses pengerukan aspal tidak dilakukan di semua bagian yang di aspal melainkan hanya dibeberapa yang di anggap harus di lakukan pengerukan.

Terkait dengan tidak adanya pengawasan dari dinas terkait dan tidak transparan papan informasi konsultan pengawas mengatakan tidak mengetahui hal tersebut.

Sebagai informasi, Berdasarkan papan informasi,

Pekerjaan : pemeliharaan jalan, panjunan dan Astana Anyar.

Lokasi: Kotamadya Bandung. Sumber dana APBD Kota Bandung

Waktu pelaksana : 90 Hari Kalender.

Penyedia jasa : CV. Bangun Sarana Abadi.

 

Saipullah

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *