Indramayu Koreksinews co.id – Pemerintah menerbitkan Uang BUMDES di seluruh Desa yang ada di negeri Indonesia, tujuannya untuk memberdayakan masyarakat agar sejahtera, termasuk Desa kedungdawa kecamatan Gabuswetan kabupaten Indramayu, yang di pimpin Kuwu Sutrisno yang akrab disapa ino.
Pada hari Senin 19 mei 2025 pukul 09.30 wib siang hari di jumpai wartawan Koreksi bersama 5 rekanan dari berbeda media tujuan mengkonfirmasi terkait uang Bumdes yang sudah di kembalikan dari ketua BUMDES lama Sukandi,ST.
“Sistem bertahap ke rekening BUMDES yang melanjutkan sebanyak Rp 2,96,515,000. Ketua BUMDES yang baru menjabat Anung Nurudin.SH dan Kuwu Ino iya mengakui menerima uang transferan tersebut namun uang tersebut sudah saya dikembalikan ke pemerintah pusat” ujar ino.
Sangat disayang Kuwu dan ketua BUMDES tidak berani memperlihatkan bukti pengembalian uang tersebut ada apa ya ?
Kemudian Ketua BUMDES yang baru menjabat ini merintis dari nol ( 0 ) lagi, mulai masuk lagi uang BUMDES dari pemerintah pada tahun 2023 masuk sebanyak 100 JT di tambah tahun 2024 70 JT jumlah uang Rp 170,000,000, JT.
“Ini saya bingung ngaturnya saya atur untuk merapihi di matrial utang alat – alat bangunan pada waktu rehabilitasi kantor Desa Kedungdawa ini, dan sebagian sisanya uang ini bagaimana? supaya berkembang kedepan jadi saya kembangkan untuk usaha bisnis Wifi.” Pungkasnya.
Ino menambahkan “Teknisnya untuk yang ikut bergabung Wifi BUMDES uang pertama 300 RB perbulannya bervariasi ada yang 120 ribu, 150 ribu sampai dengan 200 ribu, dan usaha pupuk urea pupuk perkintal Arga Rp 225 ribu perkwintal Phonska pupuk Arga Rp 230 Ribu saya jual ke para petani Arga HET sesuai Arga bersubsidi usaha ini saya memakai wadah Koptan koprasi pertanian”. Tambahnya
Koperasi ini adalah badan usaha yang terdiri dari para petani saya sudah berjalan melayani kuranglebih 4 klompok tani, harapan saya kedepan uang Bumdes tersebut bisa Besar berkembang, dan saat ini sudah bisa merapihi hutang yang ada di patrial pada waktu rehabilitas kantr Desa dan sekarang ini bisa membangun kios 8 ruang di tingkat atasnya memakan biyayah sebesar Rp 250,000,000, JT ( dua ratus limapuluh juta rupiah ) dari uang BUMDES yang Rp 170,000,000, JT itu sayah klolah bisa seperti ini ucap ketua BUMDES Anung Nurudin, SH dan Kuwu Sutrisno/ ino, dan selanjutnya wartawan Koreksi bersama teman2 dari berbeda meda mennyslusuri kebenaran ucapan Kuwu dan ketua BUMDES turun ke lapangan menjumpai masyarakat yang membeli pupuk urea dan pupuk Phonska cek kebenarannya, kemudian lanjut ujar masyarakat yang tidak mau di sebut namanya saya beli barang belum datang barangnya sudah saya bayar duluan kepada Sdr Rusda Tah jadi apa saya tidak tau karena saya di arahkan ke situ saya beli pupuk urea perkintalnya Rp 260,000,000, Rb di antar sampe rumah dan pupuk Phonska perkintal ya Rp 270,000,000, Rb sampe rumah sebetulnya saya hati kecil saya menangis di dalam hati ko program subsidi arganya masih mahal percuma pemerintah gemar – gembor di medsos facebook masih mahal sayah mau ngomong takut ga brani takut ga dapat urea dan phonska karna saya butuh banyak 6 ton tutur masyarakat,
Selanjutnya Diduga kuwu Ino dan ketua BUMDES sudah melanggar surat edaran praturan menteri pertanian ( Permentan ) nomor 10 tahun 2022 tentang tata cara penetapan alokasi dan harga eceran tertinggi ( HET ) pupuk bersubsidi, dan pada tahun 2023 pemerintah melalui keputusan Mentri pertanian ( kepmentan ) nomor 734 tahun 2022 menetapkan HET pupuk bersubsidi dengan masing – masing senilai Rp 2,250 per kg untuk pupuk Urea Rp 2,300 per kg untuk pupuk NPK, lantas bagai mana tindakan pemerintah adanya berita ini, ini diduga tidak ada mengarah untuk memberdayakan masyarakat untuk sejatra yang ada berbisnis cari keuntungan yang Besar lewat modal dari uang BUMDES yang tidak berbunga, masyarakat para petani minta ketegasan yang terkait di wilayahnya segera turun kelapangan di priksa kebenaranya pemerintah Desa kedungdawa, pungkasnya Kabiro. ( T C )









