Bandung, koreksinews | Hari Raya Idul Fitri 1445H tinggal menghitung hari. Seperti sudah menjadi tradisi, kegiatan mudik di Hari Raya Lebaran banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia.
Dalam melakukan kegiatan mudik atau pulang kampung ini beberapa orang memilih untuk menaiki kendaraan umum.
Bus merupakan kendaraan yang sering kali menjadi pilihan beberapa pemudik agar dapat pulang dan berkumpul di kampung halaman bersama sanak saudara dan kerabat.
Terminal Leuwipanjang merupakan salah satu terminal yang sering dipadati oleh para pemudik di H(-) sebelum Hari Raya Lebaran.
Menangani hal itu Asep Hidayat selaku Kepala Terminal Leuwi Panjang mengantisipasi hal ini dengan menyiapkan beberapa armada Bus antar trayek.
Ia mengatakan, ” kami sudah menyiapkan 224 kendaraan AKAP dan untuk kendaran AKDP kami menyiapkan 313 kendaraan,” katanya.
Asep juga menambahkan jumlah kendaraan tersebut belum termasuk dengan kendaraan cadangan dari satiap trayek.
“Kami menyiapkan 10 sampai dengan 20 unit bus cadangan untuk mengantisipasi kekurangan bus atau menggantikan bus yang tidak lulus uji kelayakan, cadangan ini masih tetap mempergunakan bus reguler,” ujarnya.
Kegiatan menghadapi arus mudik di Terminal Leuwipanjang dimulai dari tanggal 2 April diawali dengan pembentukan posko oleh BPTD Jabar.
Pihak Terminal Leuwipanjang juga bekerja sama dengan BNN untuk melakukan test urine kepada setiap supir bus yang dilakukan pada tanggal 3 April 2024 dan test kesehatan pada tanggal 4 April 2024.









