Kutacane, Koreksinews.co.id – DPRK Aceh Tenggara siap menganggarkan Dana Pemberantas Narkoba di Aceh Tenggara hal itu dikatakan wakil ketua DPRK Aceh Tenggara Jamudin Selian saat menghadiri Jum’at Curhat yang diadakan Polres Aceh Tenggara berlangsung di Pasar Pajak Pagi, 22 September 2023.

Jamudin mengatakan, jika tanpa anggaran pihak kepolisian tidak bisa berbuat apa apa, untuk itu Dia meminta kepada Pemerintah Daerah untuk membuat anggaran yang disesuaikan untuk kebutuhan dan disesuaikan dengan keuangan daerah.
“Karena tanpa anggaran pihak keamanan tidak bisa bergerak, oleh sebab itu, ini mumpung penyusunan APBK Aceh Tenggara 2024 belum selesai,” kata Jamudin Selian di hadapan Masyarakat.
Selain itu, Jamudin juga meminta kepada pemerintah daerah melalui Pj Bupati Aceh Tenggara untuk mengalokasi dari dana Desa guna pencegahan dan penyuluhan bahaya di seluruh desa di Aceh Tenggara, sebab menurutnya Permasalahan Narkoba bukan hanya tugas kepolisian akan tetapi tugas semua elemen masyarakat.
“Ini harus dilibatkan semua masyarakat, jangan kita biar pemerintah dan aparat hukum untuk mengatasi permasalahan Narkoba,” ujar Wakil Ketua DPRK Aceh Tenggara Jamudin Selian.
Hal Senanda juga dikatakan itu Pj Bupati Aceh Tenggara, Drs. Syakir M.Si, mengapresiasi kegiatan Jum’at Curhat yang digelar selama ini, Syakir mengingatkan kembali kepada Kepala Desa untuk tetap mengalokasi Dana Desa untuk kegiatan penyuluhan dan sosialisasi Bahaya Narkoba.
Terkait tingginya harga beras di Aceh Tenggara, Pj Bupati Aceh Tenggara memaparkan penyebab terjadinya disebabkan karna disebagian daerah di Indonesia khususnya di Pulau Jawa, yakni di Jawa Barat dan Jawa Timur mengalami Elbino yakni kemarau berkepanjangan, sehingga menyebabkan para petani tidak bisa menanam padi dan penyebab kenaikan harga beras secara Nasional.
Disamping itu, kata Syakir menjelaskan, sebagai negara yang selama ini mengimpor beras nya ke Indonesia saat ini sudah dihentikan oleh negara pengimpor.
kemudian Syakir juga mengatakan untuk di Aceh Tenggara saat ini petani sedang mengalami musim tanam.
“Itu juga berdampak pada tinggi harga beras baik secara nasional maupun di Kabupaten Aceh Tenggara sendiri,” jelas Syakir.
Kendati demikian Syakir juga menuturkan, bahwa untuk kebutuhan beras di Aceh Tenggara saat ini masih terjaga, pihaknya juga tengah mengadakan pasar murah diberbagai lokasi di Aceh Tenggara, disamping itu Bulog juga telah memberikan bantu kepada masyarakat miskin.
Sementara itu Kapolres Aceh Tenggara AKBP R. Doni Sumarsono mengatakan, bahwa Jumat Curhat merupakan program prioritas kepolisian guna menampung keluhan langsung dari masyarakat,
“Melalui Jum’at Curhat ini menjadi solusi keluhan yang disampaikan oleh masyarakat dengan selalu berkoordinasi bersama instansi terkait,” ujar Kapolres Aceh Tenggara.
AKBP. Doni juga mengapresiasi kekompakan yang telah terbangun selama ini, mulai dari Forkopimcam, Forkopimda untuk menyukseskan program Polri, sehingga menurut Doni, pihak Polres Aceh Tenggara tidak bekerja dengan sendiri.
“Terima kasih kepada Pak Pj Bupati, Pak wakil DPRK dan kepala desa serta masyarakat semoga kekompakan ini terus berkelanjutan,” ucap AKBP. R. Doni Sumarsono.
( SAE )









