Aceh Tenggara,Koreksinews.co.id – Saman Roa Lo Roa Antara Kute Sendok Gabungan Kecamatan Ketambe dan Kampung Pasir Kecamatan Tripe Jaya Kabupaten Gayo Lues yang akan berlangsung pada Sabtu 23 sampai dengan 25 September 2023 di desa Seldok Gabungan

Saipul Bahri Kepala Desa Lawe Penanggalan mengajak warga untuk menyaksikan beramai-ramai perhelatan tari Saman yang diadakan pada Sabtu 23 September 2023 ini.
Saipul juga mengatakan bawah Saman Roa Lo Roa Ingi ini Gabungan dari 3 Desa Diantaranya, Lawe Penanggalan, Datok Pining, dan Darul Makmur.

Dia juga mengatakan warga Tripe jaya yang akan bejamu ke Seldok Gabungan sebanyak 244 orang yang akan disambut juga oleh warga di 3 tersebut.
Saipul juga mengatakan, Bejamu Saman roa lo roa ingi (Pesta tari Saman dua hari dua malam) merupakan ajang menjalin hubungan silaturrahmi di gelar antar desa atau kampung.

Menurutnya, Bejamu saman antar kampung sudah menjadi tradisi secara turun temurun dari nenek moyang masyarakat Gayo sebelum Indonesia merdeka.
“Tari Saman sendiri merupakan salah satu tari tradisional asal Indonesia yang bahkan sudah cukup dikenal di seluruh mancanegara,” katanya.
Dia juga menyebutkan, Tarian satu ini, sebuah tarian suku dataran tinggi Gayo abad ke-XIV Masehi yang biasa ditampilkan ketika perayaan peristiwa-peristiwa penting di dalam adat.
“Maka dari itu, Kata Saipul ,syair yang terdapat di dalam salah satu tarian dari 34 tari tradisional asal Indonesia ini menggunakan Bahasa Gayo,” tuturnya.
Saipul menambahkan, Di dalam beberapa literatur menyebutkan bahwa Tari Saman dikembangkan oleh Syekh Saman yang merupakan seorang ulama asal Gayo Lues
“Siapapun yang menikmati tari tradisional asal Aceh ini, pasti akan terkagum-kagum dengan kekompakan para penarinya yang bisa dibilang luar biasa,” katanya.
Masih kata, Saipul, Tari saman ditampilkan dengan cara duduk, rapi, dan berjajar yang tidak sama dengan tarian lainnya yang biasanya melakukan gerakan bebas.
“Gerakan tepukan dan tempo syair yang khas sangat istimewa karena semua bisa berjalan seirama. Gerakan Tari Saman tidak mungkin dilakukan hanya oleh satu orang saja, maka para penari yang memadukan gerakan menepuk pundak dan tangan ini pasti melakukannya beramai-ramai,” tuturnya.
Diketahui, Pada 24 November 2011, Tari Saman ditetapkan UNESCO sebagai Daftar Representatif Budaya Tak Benda Warisan Manusia dalam sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Tak Benda UNESCO di Bali
.( SAIPULLAH)









