Macet di Sepanjang Jalan Panjunan Akibat Pasar Tumpah, Warga dan LSM Meminta Pihak Kecamatan Pro Aktif.

Kondisi Macet di jalan Panjunan Kecamatan Astanaanyar

Bandung, Koreksinews.co.id – Arus lalu lintas dijalan panjunan kecamatan Astanaanyar mengalami kepadatan akibat aktivitas pasar tumpah dijalan tersebut.

Terpantau, pada Rabu pagi, 12 Juli 2023, Macet kendaraan mulai terasa sejak pukul 07:00 sampai dengan Jam 11 Wib.

Sementara dari arah sebaliknya sebagian kendaraan roda dua dan becak sebagian nekad melawan arus sehingga menambah kemacetan.

Belum lagi para pedagang menggelar dagangan hingga memakan setengah jalan, serta di tambah lagi parkir kendaraan yang semrawut juga memakan jalan.

Sebelumnya, Pemerintah Kecamatan Astanaanyar telah mengatur pedagang agar tidak tumpah ke badan jalan dengan cara membuat list atau garis maksimal berdagang.

Baca juga :   Wujudkan Pemerintah Anti Korupsi, Seluruh Perangkat Daerah Teken Pakta Integritas dan Komitmen Bersama

Terkait hal itu, Camat Astanaanyar Amin Jarkasih saat dikonfirmasi via WhatsApp mengatakan hal tersebut sedang dalam proses penataan kita bersama forkopimcam, kata Camat membalas WhatsApp awak media ini.

Sementara itu kepala pasar Astanaanyar, Indra Gusteri berharap kepada pedagang yang tumpah ke jalan raya, agar pindah kedalam pasar sebab menurut berapa lapak masih banyak yang kosong.

Perlu diketahui permasalahan PKL, kemacetan dan Sampah merupakan permasalah klasik sejak dahulu warga berharap kepada Pemerintah Kota Bandung melalui Camat, agar bisa menyelesaikan permasalah tersebut.

Khusus untuk jalan Panjunan warga berharap, pihak Kecamatan agar menata kembali agar pedagang tidak tumpah ke jalan raya.

Hal sama juga disampai Ketua DPC LSM KOREK, H. Haidir Ismail, S.HI,. Dia, meminta kepada pihak Kecamatan Agar mengatur kembali area pedagang di jalan Panjunan dengan harapan tidak menggangu penggunaan jalan yang melintas di Area itu.

Baca juga :   Kepadatan Pelabuhan Penyeberangan Merak Masih Terkendali

“Kita minta kepada Pemerintah Kecamatan Astanaanyar untuk mengatur kembali para pedagang dengan melibatkan trantib atau linmas kecamatan,” imbuhnya.

Haidir menambahkan, pihak kecamatan harus bertanggung diwilayahnya, baik tentang kebersihan lingkungan, tata kelola, dan menyelesaikan permasalah klasik Astanaanyar dari dahulu.

Haidir juga menegaskan, jika tidak mampu menyelesaikan atau mengatasi permasalah tersebut, Haidir meminta kepada PLH Walikota kota Bandung, Ema Sumarna untuk mengevaluasi kembali kinerja Camat saat ini yang sedang menjabat, tegasnya.( SAE )

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *