Hj. Ajeng Kania: Di Balik Prestasi dan Harmoni SDN 105 Sukarela

BANDUNG — Di balik deretan piala dan piagam penghargaan yang menghiasi ruang etalase SDN 105 Sukarela Kota Bandung, terdapat sosok pemimpin yang terus mendorong tumbuhnya prestasi sekaligus menjaga suasana sekolah tetap hangat dan harmonis.

Sosok tersebut adalah Hj. Ajeng Kania, S.Pd., M.Pd., Kepala SDN 105 Sukarela Kota Bandung. Sejak menakhodai sekolah tersebut, suasana akademik maupun non-akademik terus diarahkan menjadi lebih hidup, kompetitif, sekaligus tetap mengedepankan kenyamanan dan karakter peserta didik.

Bagi lingkungan SDN 105 Sukarela, Hj. Ajeng Kania bukan sekadar pemimpin yang menjalankan fungsi administratif. Ia berupaya menjadi bagian dari proses perubahan sekolah melalui kepemimpinan yang komunikatif, humanis, demokratis, namun tetap tegas dalam menjalankan aturan.

Lembut dan Penuh Perhatian di Mata Anak Didik

Di hadapan para siswa, Hj. Ajeng Kania dikenal sebagai sosok yang mengayomi. Sikapnya yang lembut dan penuh perhatian membuat hubungan antara kepala sekolah dan peserta didik terasa dekat.

Ia tidak membangun jarak yang kaku dengan siswa. Komunikasi dilakukan secara terbuka, termasuk dengan mendengarkan cerita, keluhan, maupun berbagai persoalan yang dihadapi anak didik.

Perhatian tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Para siswa tidak hanya didorong untuk memperoleh nilai akademik yang baik, tetapi juga diberikan motivasi agar berani mengembangkan potensi dan mengikuti berbagai kegiatan yang dapat mengasah kemampuan mereka.

Demokratis dan Komunikatif

Hj. Ajeng Kania meyakini bahwa kemajuan sekolah tidak dapat dibangun seorang diri. Karena itu, komunikasi dan kerja sama menjadi bagian penting dalam pola kepemimpinannya.

Baca juga :   Jawa Barat Raih Penghargaan Anugerah Bangga Berwisata di Indonesia 2023

Masukan dari guru, tenaga kependidikan, maupun unsur sekolah lainnya menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil berbagai keputusan. Ruang diskusi dibangun agar setiap persoalan dapat dibicarakan secara terbuka dan menghasilkan solusi yang terbaik bagi kepentingan sekolah.

Gaya komunikasi tersebut juga membuat visi dan program sekolah lebih mudah dipahami oleh seluruh warga sekolah.

Sederhana dan Membumi

Sikap rendah hati menjadi salah satu karakter yang melekat pada sosok Hj. Ajeng Kania. Dalam kesehariannya, ia berupaya hadir di tengah-tengah warga sekolah tanpa sekat birokrasi yang berlebihan.

Menyapa siswa, berkomunikasi dengan guru, maupun berbincang dengan tenaga kependidikan menjadi bagian dari keseharian yang membangun suasana kekeluargaan.

Sikap sederhana tersebut memberikan kesan bahwa kepala sekolah bukan hanya figur yang berada di balik ruang pimpinan, tetapi juga bagian dari kehidupan sekolah secara langsung.

Ramah, Namun Tetap Tegas

Keramahan tidak berarti menghilangkan ketegasan. Di balik sikapnya yang lembut, Hj. Ajeng Kania tetap menempatkan kedisiplinan dan integritas sebagai bagian penting dalam menjalankan kepemimpinan.

Kejujuran, transparansi, tanggung jawab, serta kepatuhan terhadap aturan menjadi prinsip yang terus dijaga dalam pengelolaan sekolah.

Baginya, lingkungan pendidikan harus memberikan contoh yang baik kepada peserta didik. Karena itu, kedisiplinan tidak hanya menjadi tuntutan bagi siswa, tetapi juga menjadi bagian dari budaya kerja seluruh warga sekolah.

Baca juga :   Pemkab Bandung Gelar Konsutasi Publik Penyusunan RPJPD 2025-2045

Membangun Sinergi dengan Komite dan Orang Tua

Hj. Ajeng Kania juga menyadari bahwa sekolah tidak dapat berdiri sendiri. Dukungan orang tua dan komite sekolah menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan yang berkualitas.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menciptakan berbagai program yang memberikan manfaat bagi peserta didik. Jejaring dengan pihak luar sekolah juga terus dibangun, termasuk dengan lembaga pendidikan, komunitas, maupun berbagai pihak lainnya.

Melalui sinergi tersebut, sekolah diharapkan memiliki ruang yang lebih luas untuk mengembangkan potensi siswa.

Membakar Semangat Berprestasi

Salah satu kekuatan kepemimpinan Hj. Ajeng Kania adalah kemampuannya dalam memberikan motivasi kepada peserta didik.

Ia mendorong siswa untuk berani mengikuti berbagai kompetisi, baik akademik maupun non-akademik. Setiap potensi anak berusaha diarahkan agar dapat berkembang sesuai dengan kemampuan dan minat masing-masing.

Bagi Hj. Ajeng Kania, prestasi tidak semata-mata diukur dari banyaknya piala dan piagam. Lebih dari itu, proses untuk meraih prestasi harus mampu membentuk karakter siswa menjadi pribadi yang percaya diri, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki semangat untuk terus belajar.

Deretan penghargaan yang kemudian hadir menjadi bagian dari buah kerja keras siswa, guru, orang tua, dan seluruh warga sekolah.

Menyatukan Guru dalam Satu Visi

Kepemimpinan kepala sekolah juga terlihat dari upayanya membangun kekompakan guru dan tenaga kependidikan.

Setiap unsur sekolah ditempatkan sebagai bagian penting dalam mewujudkan tujuan bersama. Kreativitas guru dalam pembelajaran terus didorong, sementara komunikasi internal dijaga agar berbagai persoalan dapat diselesaikan secara bersama-sama.

Baca juga :   Inspektorat kabupaten Indramayu Segera Auwdit Tanah Aset Desa Temiangsari diduga selama penjabat Kepala Desa belum adakan Lelang.

Dengan demikian, keberhasilan sekolah tidak dipandang sebagai keberhasilan seorang kepala sekolah semata, melainkan hasil kerja kolektif seluruh warga SDN 105 Sukarela.

Prestasi dan Harmoni

Deretan prestasi yang diraih SDN 105 Sukarela menjadi salah satu gambaran dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Namun, bagi Hj. Ajeng Kania, sekolah yang maju bukan hanya sekolah yang memiliki banyak penghargaan. Sekolah yang maju adalah sekolah yang mampu memberikan ruang bagi setiap anak untuk tumbuh, berkembang, menemukan potensinya, sekaligus memperoleh pendidikan karakter.

Di tengah tuntutan dunia pendidikan yang terus berkembang, keseimbangan antara prestasi, karakter, kedisiplinan, dan kenyamanan anak menjadi hal yang terus diupayakan.

Sosok Hj. Ajeng Kania memperlihatkan bahwa kepemimpinan di dunia pendidikan tidak selalu harus dibangun melalui jarak dan formalitas.

Kelembutan dapat berjalan bersama ketegasan. Kerendahan hati dapat berdampingan dengan integritas. Sementara komunikasi dan kolaborasi dapat menjadi kekuatan untuk menggerakkan seluruh warga sekolah.

Dari SDN 105 Sukarela Kota Bandung, kepemimpinan Hj. Ajeng Kania menjadi gambaran tentang bagaimana sebuah sekolah dapat terus bergerak maju dengan mengedepankan kebersamaan.

Di balik prestasi yang terpajang di etalase sekolah, ada proses panjang, kerja keras, dan kolaborasi. Dan di balik harmoni itu, ada sosok pemimpin yang berupaya menggerakkan pendidikan dengan hati.

(Kasrum Pane)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *