Foto : Ketua PWI Aceh Tenggara, Sumardi
Kutacane, Koreksinews.co.id – Sumardi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Aceh Tenggara minta Polda Aceh untuk segera turun ke Aceh Tenggara untuk melakukan pemeriksaan terhadap kepala sekolah SMK PP Negeri Kutacane diduga ada terjadi penyimpangan dalam pengelolaan Dana BOS TA 2022,”sebut ketua PWI agara Sumardi kepada awak media koreksinews.co.id Sabtu 3/6/2023.
Dan Ketua PWI agara kecam sikap Kepala SMK PP Negeri kutacane menyuruh wartawan untuk datang ke sekolah nya untuk memeriksa semua data SMK PP terkait dana BOS dengan nada tinggi.
Tugas wartawan itu hanya mempertanyakan bukan untuk memeriksa kepala sekolah yang berhak memeriksa kepala sekolah itu aparat penegak hukum.
Dan yang aneh nya lagi kepala SMK PP Kutacane diduga sudah mulai panik dengan pemberitaan oleh beberapa media online yang ada di agara dan
dari mengscreenshot foto facebook dan foto propil WhatsApp salah satu wartawan online yang memberitakan terkait dugaan dana BOS di sekolah tempat nya dan kepala sekolah SMK PP pak Muhammad foto yang screenshot tersebut langsung dikirim ke wartawan tidak tahu apa maksud kepala sekolah SMK PP atas pengiriman nya itu.
Kita mengecam sikap kepala SMK PP Negeri Kutacane yang marah-marah kepada wartawan yang lagi konfirmasi dan saya minta kepada kepala dinas pendidikan propinsi aceh untuk segera copot kepala SMK PP Negeri Kutacane yang kurang baik menjawab saat wartawan melakukan konfirmasi yang dia kelola itu uang negara yang namanya uang negara itu masyarakat harus tahu dana BOS itu digunakan untuk apa saja.
Bila dalam penyidikan nanti terdapat penyimpangan dalam pengelolaan dana BOS tindak secara hukum yang berlaku,”harap ketua PWI agara kepada Polda Aceh.
Dan awak media koreksinews.co.id konfirmasi kepada kepala SMK PP Negeri Kutacane mempertanyakan apa maksudnya mengirimkan foto propil Facebook dan foto propil WhatsApp yang di screenshot kepada wartawan yang menulis berita.
Dan menghubungi kepala SMK PP tidak aktif HP nya sampai berita ini ditayangkan tidak ada jawaban apapun dari pihak kepala sekolah SMK PP. (ijal)









