Bandung, Koreksinews.co.id – Jelang Hari Raya Idul Adha Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung, sebar 200 Petugas untuk melakukan post morterm terhadap Hewan Qurban di 30 Kecamatan.
kegiatan tersebut dilakukan guna memastikan bahwa hewan qurban tersebut bebas dari penyakit dan sehat untuk dikonsumsi.
“Jadi, ada satgas post mortem, kami sebar ke tempat-tempat penyembelihan untuk memantau dan memastikan kembali kesehatan hewan yang dipotong,” kata Gin Gin saat memantau Rumah Potong Hewan (RPH) Ciroyom, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (29 Juni 2023)
Menurutnya, para petugas itu terjun langsung ke setiap wilayah hingga tingkat rukun tetangga (RT) yang telah terdata sebagai tempat penyembelihan hewan kurban di Kota Bandung.
“Gin Gin Ginanjar mengatakan ratusan petugas itu terdiri atas petugas DKPP Kota Bandung, serta menggandeng petugas dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).
Sebelumnya, Gin Gin mengatakan pihaknya telah memeriksa sebanyak 16.152 hewan kurban yang akan disembelih untuk bisa memastikan kelayakan. “Lalu, yang tidak layak, disebabkan usia yang belum mencapai umur minimal, karena hewan kurban harus memenuhi batas umur yang ditentukan,” kata dia.
Sementara itu, Kepala UPT RPH Ciroyom Endang Priyatna menyebutkan pihaknya menemukan lima sapi kurban yang terdapat cacing pita pada jeroannya setelah disembelih di rumah potong hewan tersebut.
Menurutnya, petugas juga langsung memisahkan bagian jeroan yang terdapat cacing pita tersebut untuk dimusnahkan atau diafkir agar tidak dikonsumsi masyarakat.
“Bagian yang terkena ya dibuang. Kalau hanya beberapa atau sarangnya hanya sedikit, hanya yang kena saja yang kami afkir (musnahkan),” kata Endang.***









