Munas ke-1 INSS di Kota Bandung, Pererat Solidaritas Mendukung 6 Pilar Transformasi Kesehatan Indonesia

Gaya Hidup63 Dilihat

Perhimpunan dokter spesialis bedah saraf sub-spesialis bedah tulang belakang se- Indonesia atau Indonesia Neurospine Society (INSS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-1 di Kota Bandung, Jumat, 12 Mei 2023. Gelaran munas pertama ini digelar dalam rangka mempererat solidaritas dan soliditas antarsesama anggota.

Bertempat di Hotel Holiday Inn, Jl. dr. Djunjunan, Kota Bandung, gelaran Munas ke-1 INSS diisi agenda pemaparan materi, pelantikan pengurus dan pembacaan janji, serta penyerahan sertifikat INSS. Organisasi yang didirikan sejak 2017 itu saat ini beranggotakan 102 dokter spesialis bedah saraf yang mendalami sub-spesialis tulang belakang.

Presiden Indonesia Neurospine Society, Dr. dr. Rully Hanafi Dahlan mengatakan, Munas ke-1 INSS ini memiliki beberapa tujuan. Pertama, tujuan internal meliputi penataan anggota, job description, pembentukan komite dan job deskripsi bidang masing-masing, dan membentuk koordinator layanan untuk memfokuskan pemetaan pelayanan sub-spesialis bedah saraf tulang belakang di berbagai wilayah indonesia.

Baca juga :   Kolam Renang dan Kolam Terapi Tirtagangga Garut

Kedua, untuk pengembangan keilmuan. Menurutnya, INSS ini dibentuk dari berbagai komite, di mana setiap bagiannya berisi anggota dengan keahlian sub-spesialis. Komite tersebut memiliki tanggung jawab mengembangkan keilmuan masing-masing komite untuk lebih sub-spesialis lagi dari sub-spesialis yang sekarang.

Baca Juga: Dua Juta Dosis Vaksin Booster Sinopharm Gratis Segera Disiapkan

“Tujuan pada akhirnya adalah untuk mendukung enam pilar transformasi kesehatan Indonesia yang digagas Menteri Kesehatan (Menkes). Kita memahami betul akan kebutuhan rakyat Indonesia yang jumlahnya 275 juta jiwa. Jadi kita menukung enam pilar itu sekaligus membagi komite tadi berdasarkan keilmuan regional untuk pemerataan” kata Rully dalam keterangannya usai kegiatan, Jumat, 12 Mei 2023.

Baca juga :   Komunitas Lari Freerunners : Siapapun Boleh Bergabung

Selama lima tahun organisasi ini berdiri, Rully menuturkan, INSS telah memberikan sumbangsih di bidang pendidikan. Hal itu dibuktikan lewat beberapa anggota yang saat ini aktif sebagai tenaga pendidik untuk para spesialis bedah saraf dan calon spesialis bedah saraf yang mengambil sub-spesialis tulang belakang di perguruan tinggi seperti Unpad, UI, Unair, dan lain-lain.

Baca Juga: Penderita Diabetes Rentan Terkena Penyakit Jantung dan Gangguan Saraf

Selanjutnya, mereka juga aktif berkoordinasi dengan anggota yang membutuhkan dokter bedah saraf tulang belakang di suatu daerah.

“Kita koordinasi untuk mengatur kalau ada nanti anggota baru kita arahkan ke sana. Meskipun belum efektif, tapi kita terus memperbaikinya,” ujar Rully.

Selain itu, INSS juga getol menggelar diskusi soal pasien. Dalam beberapa kasus, mereka pernah dihadapkan pada pasien yang benar-benar berat sekali sehingga tidak bisa ditangani oleh satu tindakan operasi.

Baca juga :   Menginjak Usia 75 Tahun, RSUD Cibabat Diharapkan Dapat Beri Pelayanan Maksimal Kepada Masyarakat

“Jadi karena penyakitnya berat, butuh diskusi, kita melakukan koordinasi antara beberapa spesialis untuk mencari solusi terbaik bagi pasien. Hal itu sesuai dengan janji INSS kita akan mengedepankan kepentingan pasien lebih dari apapun itu, tetap kembali ke pasien, mudah-mudahan,” tuturnya.

Rully berharap dengan gelaran Munas ke-1 INSS ini, organisasi yang dipimpinnya bisa lebih menguatkan solidaritas dan soliditas sesama anggota.

“Bisa lebih efisien dan efektif dalam mendukung enam pilar transformasi Menkes. Karena bagaimanapun untuk mendukung enam pilar itu kita harus juga menspesifikan diri. Kemudian, dengan adanya komite ini diharapkan bisa berkembang masing-masing hingga mencapai sesuatu yang belum pernah kita capai selama ini,” ucapnya. ***

Sumber : https://www.pikiran-rakyat.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *