Bejamu Saman Rema-Galus Dan Jamur Damar-Agara, H.Irmawan Ucapkan Selamat

Berita, Nasional0 Dilihat

H.Irmawan S.Sos, MM. Anggota DPR RI Asal Aceh dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

Jakarta, Koreksinews.co.id – H.Irmawan S.Sos, MM. Anggota DPR RI Asal Aceh dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengucapkan Selamat Kepada, Pemuda atau sebujang Desa Rema Kecamatan Kuta Panjang Kabupaten Gayo lues yang mengadakan Pergelaran Tari Saman dua hari dua malam( Roa Lo Roa Ingi) di Desa Jamur Damar Kecamatan Lawe alas Kabupaten Aceh Tenggara, pada tanggal 22 sampai dengan 24 Juli 2023,

Hal itu disampaikan H.Irmawan melalui status media sosialnya, Dia mengajak warga untuk menyaksikan beramai-ramai perhelatan tari Saman yang diadakan pada 22 Juni 2023 mendatang, di Desa Jamur Damar.

Baca juga :   SPJJ UPTD W-P VI lakukan Kegiatan Sapu Lobang Jalan

Dilansir dari berbagi sumber, Bejamu Saman roa lo roa ingi (Pesta tari Saman dua hari dua malam) merupakan ajang menjalin hubungan silaturrahmi di gelar antar desa atau kampung.

Bejamu saman antar kampung sudah menjadi tradisi secara turun temurun dari nenek moyang masyarakat Gayo sebelum Indonesia merdeka.

Tari Saman sendiri merupakan salah satu tari tradisional asal Indonesia yang bahkan sudah cukup dikenal di seluruh mancanegara.

Tarian satu ini, sebuah tarian suku dataran tinggi Gayo abad ke-XIV Masehi yang biasa ditampilkan ketika perayaan peristiwa-peristiwa penting di dalam adat.

Maka dari itu,syair yang terdapat di dalam salah satu tarian dari 34 tari tradisional asal Indonesia ini menggunakan Bahasa Gayo.

Baca juga :   Bank bjb Dukung Kejuaraan Nasional Baseball Softball Salman Al Farisi III

Di dalam beberapa literatur menyebutkan bahwa Tari Saman dikembangkan oleh Syekh Saman yang merupakan seorang ulama asal Gayo di Aceh Tenggara kala itu masih satu kabupaten.

Siapapun yang menikmati tari tradisional asal Aceh ini, pasti akan terkagum-kagum dengan kekompakan para penarinya yang bisa dibilang luar biasa.

Tari saman ditampilkan dengan cara duduk, rapi, dan berjajar yang tidak sama dengan tarian lainnya yang biasanya melakukan gerakan bebas.

Gerakan tepukan dan tempo syair yang khas sangat istimewa karena semua bisa berjalan seirama.

Gerakan Tari Saman tidak mungkin dilakukan hanya oleh satu orang saja, maka para penari yang memadukan gerakan menepuk pundak dan tangan ini pasti melakukannya beramai-ramai.

Baca juga :   Sekda Kabupaten Bogor: Penataan Ruang sebagai Pilar Pembangunan

Pada 24 November 2011, Tari Saman ditetapkan UNESCO sebagai Daftar Representatif Budaya Tak Benda Warisan Manusia dalam sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Tak Benda UNESCO di Bali.( SAIPULLAH)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *