Bandung, koreksinews.co.id – Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2024 kali ini mengusung tema atasi sampah dengan cara produktif, hal ini diutarakan Kepala Dinas Lingkungan hidup Kota Bandung Dudy Prayudi. Saat Puncak acara HPSN 2024 yang diselenggarakan di RW. 08 Kelurahan Kujangsari Kota Bandung (21/02/24).
“HPSN 2024 kali ini merupakan tahapan baru pasca darurat sampah. Diharapkan setelah masa darurat dan seterusnya, Kota Bandung dapat mengaplikasikan pengolahan dan pengelolaan sampah tanpa tergantung pada Tempat Pembuangan Akhir”. Ujar Dudy
Pada kesempatan tersebut Dudy menyampaikan salah satu langkah produktif yang bisa dilakukan warga dalam mengatasi sampah plastik adalah dengan memilah sampah, sampah organik dan anorganik.“Untuk sampah anorganik dapat ditabung di @banksampahinduk.bdg, @BSI_sadangserang atau Bank Samapah terdekat” Ucap Dudy.
Dudy juga menambahkan “Demi partisipasi dari semua pihak, mari wujudkan Kota Bandung sebagai Kota bebas sampah.” Tuturnya.
Dalam Kegaiatan HPSN 2024 tersebut, sekaligus ajang launching operasional rumah magot se Kota Bandung, dalam hal ini secara simbolis diwakili oleh hanggar magot RW. 08 Kelurahan Kujangsari Kecamatan Bandung Kidul, juga menjadi kick off Kang Pisman.

Berikut adapun upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Bandung antara lain ; membentuk kawasan bebas sampah, membentuk Bank Sampah, membangun TPST dan TPS3R, juga melaksanakan program penanggulangan darurat sampah yang terdiri dari program Rumah Magot dan Kang Empos.
Rumah Magot dan Kang Empos ini salah satu upaya Pemerintah Kota Bandung dalam menghadirkan predikat Kota nol sampah. Sejak berita ini ditayangkan sudah 149 Kelurahan Kota Bandung yang sudah membangun rumah magot. Total yang sudah dibangun, 138 diantaranya sudah aktif, sedangkan 11 lainnya masih dalam tahap proses pembangunan dan dalam tahap proses optimalisasi.
Selain itu , Rumah Magot dan Rumah Kang Empos ini juga dapat diintegrasikan dengan Program Pemkot Bandung lainnya, yaitu Buruan SAE.
Dalam Acara Peringatan HPSN 2024 Sekda Kota Bandung Ema Sumarna mengutarakan “Kami terus menggeser main set menjadi culture set, bahwa di Kota Bandung penagnganan sampah dapat di selesaikan secara mandiri di level kewilayahan”.
Ema yang juga berkapasitas sebagai ketua harian satgas pada masa darurat sampah menekankan kebiasaan baru pengelolaan sampah pasca darurat sampah terus dipertahankan. Pasalnya Kota Bandung tidak bisa terus menerus mengandalkan TPA Sarimukti sebagai solusi penanganan sampah dengan pola lama (Kumpul – angkut – buang).
“Saya yakin, pada momentum HPSN 2024 ini semua pihak akan terbawa aura positif sama-sama menghadirkan bandung sebagai Kota Nol Sampah. Banyak hal yang perlu dibenahi di Kota Bandung, tetapi kami merasa semua bertahap.”Ujarnya. (Ade)









