Bandung, Koreksinews.co.id – Dinas Kesehatan Kota Bandung mengingatkan seluruh calon jemaah haji 2023 harus menjalani dua jenis vaksinasi sebelum berangkat menunaikan ibadahnya ke Mekah, Arab Saudi. Dua jenis vaksinasi itu, yakni vaksin meningitis dan COVID-19.
Sementara itu, vaksinasi flu statusnya hanya dianjurkan disesuaikan dengan situasi kondisi sekarang seperti disampaikan Ketua Tim Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Bandung, Jawa Barat, Girindra Wardhana.
“Dari Kementerian Kesehatan Saudi Arabia, ada vaksin wajib dan vaksin yang dianjurkan. Untuk yang wajib itu vaksin meningitis. Kedua, vaksin COVID-19,” ujar Girindra dalam siaran persnya.
Girindra menjelaskan usai menjalani vaksinasi COVID-19, calon jemaah haji baru dapat menjalani vaksinasi meningitis pada 14 hari kemudian.
Girindra menerangkan aturan dari Kerajaan Arab Saudi untuk vaksin COVID-19 cukup sampai dosis kedua. Namun, aturan Satgas Covid-19 Indonesia, harus minimal booster 1 atau dosis 3 untuk para pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).
“Sekarang yang sedang kami kejar di jemaah haji itu mereka harus melengkapi vaksin COVIDnya, pemeriksaan kesehatan, pembinaan di puskesmas, dan kita jadwalkan untuk vaksinasi meningitis. Vaksinasi meningitis sudah dilakukan pekan pertama Mei 2023 kemarin,” kata Girindra.
Girindra mengatakan ketersediaan vaksin meningitis masih kekurangan, sehingga akan meminta penambahan dari pemerintah pusat.
Sedangkan untuk pemberian jumlah dosis vaksin meningitis disesuaikan dengan perkiraan kuota yang diberikan jemaah, termasuk jamaah cadangan.
“Vaksin meningitis hanya support di puskesmas karena ada data yang harus dimasukkan ke aplikasi. Kalau di RS tidak ada,” jelas Girindra.
Kloter peserta haji pertama wilayah Jawa Barat rencananya akan mulai berangkat pada 23 Mei 2023. Namun, masih belum diketahui jadwal keberangkatan pasti untuk masing-masing wilayah.***









