Bandung Raya, Koreksinews.co.id – Berbagai upaya Perumda Tirta Raharja, untuk mengantisipasi kemarau panjang dan kekeringan akibat El Nino dan meningkatkan kinerja perusahaan.
El Nino sendiri merupakan pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normal. Pemanasan ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di beberapa wilayah, sehingga El Nino identik dengan kondisi kekeringan terutama untuk wilayah Indonesia termasuk Jawa Barat.
Untuk mengantisipasi ancaman El Nino Tirta Raharja telah menyiapkan sejumlah upaya strategis, diantaranya mendistribusikan air minum yang sehat dan aman dikonsumsi dengan menggunakan 10-15 armada tangki air bersih, kepada pelanggan dan masyarakat yang terdampak.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Raharja, Drs. H. Teddy Setiabudi, M.T., menerangkan, saat ini total produksi air di tiga wilayah yakni Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencapai 1.050 liter per detik.
Sementara untuk jumlah pelanggan di KBB ada 11.500 pelanggan, Kota Cimahi 15.500 pelanggan, dan di Kabupaten Bandung 77.000 lebih pelanggan.
Kami telah menyiapkan sejumlah upaya strategis untuk mengantisipasi potensi kekeringan tersebut,” ujar Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Raharja Teddy, kepada wartawan, Jum’at (4/8/2023).
Dalam rangka menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat ditiga wilayah tersebut, Perumda Air Minum Tirta Raharja melakukan koordinasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Perhutani dan instansi terkait lainnya di wilayah kerja Tirta Raharja.
Kemudian, Perum Jasa Tirta (PJT) II Dalam melaksanakan tugas Pemerintah dalam mengelola Sumber Daya Air Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 25 tahun 2022, di wilayah kerjanya meliputi seluruh Wilayah Sungai (WS) Citarum, serta sebagian WS Ciliwung-Cisadane, WS Cidanau-Ciujung-Cidurian, WS Cimanuk-Cisanggarung, dan WS Seputih-Sekampung.
“Koordinasi ini penting, karena salah satu sumber air baku Perumda Tirta Raharja adalah beberapa sungai dan waduk serta pegunungan yang ada di kawasan Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung,” ujarnya.
Disamping itu, Pihaknya juga melakukan pembenahan instalasi saluran air dan jaringan distribusi.
“Evaluasi juga kami lakukan saat musim hujan ataupun musim kemarau, sehingga bisa dihitung kondisi pelayanan yang bisa diberikan pada saat suplai air minimal, agar tetap tidak mengganggu pasokan ke semua pelanggan,” jelasnya.
Dalam peningkatan pelayanan, Teddy mengaku terus memperluas cakupan suplai air ke berbagai wilayah.
“Di Kabupaten Bandung ada lima kecamatan yang belum terjangkau, karena belum adanya jaringan perpipaan ke sana. Tapi kita akan terus berusaha agar daerah itu juga terjangkau,” ujarnya.
Kelima daerah yang belum terjangkau distribusi air, Teddy menyebutkan, diantaranya Kecamatan Cilengkrang, Cimenyan, Kertasari, Cimaung, dan Kecamatan Nagreg.
Teddy juga menghimbau agar warga senantiasa untuk menghemat air.
“Kebutuhan air disesuaikan dengan peruntukannya. Mengingat potensi kekeringan sangat rentan terjadi. Sehingga penggunaan air harus disesuaikan dengan kebutuhan,” imbuhnya. ( RED )









