Bandung, koreksinews.co.id – Pemeliharaan rutin yang salah satunya Pekerjaan Rumija, Saluran dan Bahu jalan (RSB) merupakan komponem penting, untuk menunjang fasilitas jalan yang baik.
Seperti terpantau oleh koreksinews.co.id, kegiatan Pemeliharaan Rutin RSB yang dilakukan oleh SPJJ 3 Sukabumi Provinsi Jawa Barat, tepatnya di ruas jalan Sukabumi (Baros) – Sagaranten Km Bdg. 147 + 400 – 134 + 000 telah dilakukan pada Jumat (12/07/07).
Pekerjaan pemeliharaan rutin RSB ini sangat diperlukan bagi pengguna jalan, ketika menepi. Bayangkan jika rumput pada bahu jalan tinggi pasti pengendara tidak mau menepi ditempat tersebut.
Ruang lingkup RSB meliputi pembersihan secara umum, membuang tumbuhan liar dan sampah, pembersihan dan melancarkan drainase.
Pada setiap pekerjaan pembersihan harus diperhatikan adanya pengaruh yang mungkin terjadi seperti erosi yang disebabkan oleh kesalahan pemotongan tumbuhan yang ada.
salah satu pekerja yang enggan disebutkan namanya mengatakan “bahwa kami melakukan pemeliharaan rutin ini babad rumput dilakukan secara rutin di sepanjang ruas jalan ini, ketika terpantau tinggi ya kita babad.” ujarnya saat diwawancarai koreksi news.co.id di lokasi pekerjaan.
Menurut Pimpinan Redaksi koreksinews.co.id Ade, “Pemeliharaan Rutin secara swakelola itu ada anggaran nya kalau tidak salah Rp. 15.287.314.388,- dan anggaran tersebut diserap untuk satu tahun oleh seluruh SUP PJJ WIL II, untuk area Kota dan Kabupaten Sukabumi”. Ungkapnya.
Humas UPTD PJJ WIL II, Harapan menanggapi “Pemeliharaan rutin merupakan bagian kegiatan yang ada di UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan II yang bertujuan memelihara jalan agar tetap terpelihara kegiatan ini meliputi pekerjaan penambalan lubang pada permukaan jalan, pembersihan bahu jalan, pembersihan selokan/saluran air (RSB), pengecatan jembatan”. Tanggapnya.
Pembersihan RSB ini dilakukan setiap harinya dengan menggunakan pekerja jalan yang tersebar di sepanjang ruas jalan Provinsi.
“Semua kegiatan Pemeliharaan Rutin sudah terprogram dan terjadwal dalam satu tahun anggaran dan ditambah penanganan yang sifatnya prioritas seperti terjadinya tanah longsor”. Ungkap Harapan.
*(Ade)









