Tindaklanjuti SE Pj Gubernur Jabar, Pj Bupati Minta Terbitkan Aturan Kegiatan Study Tour di Wilayah Kabupaten Bekasi

Bekasi0 Dilihat

Bekasi, Koreksinews.co.id | Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemdakab) Bekasi akan menerbitkan surat edaran (SE) yang mengatur kegiatan study tour di satuan pendidikan sebagai tindaklanjut SE Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin yang memperketat kegiatan study tour bagi siswa sekolah.

SE tersebut diterbitkan menyusul terjadinya kecelakaan maut bus Trans Putera Fajar yang mengangkut rombongan siswa SMK Lingga Kencana, Kota Depok di kawasan Ciater, Kabupaten Subang, akhir pekan lalu.

“Ya, kami sedang menyiapkan edaran menindaklanjuti surat edaran dari Gubernur (Jabar). Saat ini sedang kita susun edaran yang versi Kabupaten Bekasi,” kata Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan, Senin (13/5/2024).

Dani menyampaikan, untuk keamanan dan keselamatan para siswa, pihaknya menekankan agar study tour sekolah dilaksanakan di wilayah Kabupaten Bekasi.

Baca juga :   Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Akibatkan Banjir dan Pohon Tumbang

“Karena ini masa-masa liburan, study tour kami sarankan wisatanya di Kabupaten Bekasi saja,” ucapnya.

Kalaupun ada sekolah yang sejak jauh hari sebelumnya sudah merencanakan study tour ke luar kota, Dani menegaskan harus ada rekomendasi dari Dinas Perhubungan.

“Harus ada rekomendasi dari Dishub, untuk kendaraan yang akan digunakannya agar betul-betul layak jalan, ijin operasionalnya, juga ketentuan lain, baik kesehatan sopir dan crew-nya. Kalau ada yang memaksa dan tidak ada rekomendasi dari Dishub, kita akan berikan sanksi sekolahnya,” ujarnya.

Dani menambahkan, Kabupaten Bekasi memiliki banyak obyek wisata yang dapat dikunjungi para siswa. Selain wisata alam dan wisata sejarah, Kabupaten Bekasi juga punya wisata industri yang bernilai edukasi.

Baca juga :   Perkuat Kerukunan Umat Beragama, Pj Bupati Bekasi Ikuti Jalan Sehat bersama FKUB

“Kita mempunyai wisata unggulan yaitu Wisata Industri, jadi kami lebih dorong anak-anak Kabupaten Bekasi berwisata industri saja di sini, atau wisata buatan lainnya maupun wisata alam seperti desa wisata,” ucapnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *