BPBD Gandeng BNPB Terapkan TMC Untuk Mengendalikan Curah Hujan

Bekasi, Berita0 Dilihat

Bekasi, Koreksi News – Pemerintah Kabupaten Bekasi bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mengendalikan curah hujan di wilayah Bekasi. Langkah ini diambil guna meringankan beban wilayah yang terdampak banjir dalam sepekan terakhir.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi langsung dengan Deputi I BNPB untuk memastikan upaya modifikasi cuaca berjalan maksimal.

“Kami meminta bantuan BNPB untuk melakukan modifikasi cuaca terkait curah hujan di Kabupaten Bekasi. Informasi awal, ini akan dilakukan hingga 24 Januari 2026, namun saya meminta agar durasinya diperpanjang selama potensi hujan ekstrem masih tinggi,” ujar Muchlis usai Rapat Evaluasi Bencana.

Baca juga :   FASTABIQUL KHOIROT" Peringatan Hari Besar Islam 1445 H dan HUT RI Ke 78 Tahun 2023 Desa Celak Kecamatan Gununghalu KBB 

Upaya modifikasi cuaca ini dianggap krusial mengingat kondisi lapangan yang masih dalam tahap pemulihan. Berdasarkan data BPBD, puncak banjir terjadi pada Minggu lalu yang berdampak pada 17 kecamatan. Meski saat ini telah surut di 12 kecamatan, debit air kiriman dan lokal masih mengancam wilayah hilir seperti Muaragembong.

Muchlis menjelaskan bahwa banjir yang melanda Bekasi merupakan kombinasi antara intensitas hujan lokal yang tinggi sejak Jumat lalu serta air kiriman dari hulu.

“Hasil dari modifikasi cuaca ini diharapkan dapat mengurangi volume hujan yang turun, sehingga beban di darat tidak semakin berat. Kita ingin memberikan ruang bagi air untuk surut, terutama di titik-titik tanggul kritis,” tambahnya.

Baca juga :   Polri Peduli Lingkungan, Wakapolrestabes Bandung Bersama Warga Bersihkan Sampah Dijalan dan Taman.

Terkait tingkat efektivitas TMC, Muchlis menyebut bahwa BNPB yang memiliki wewenang teknis untuk mengukur hasilnya secara persis. Namun, langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar komprehensif Pemkab Bekasi selain penanganan tanggul jebol sepanjang 8 meter di Muaragembong dan pemantauan titik tanggul kritis di Cabangbungin.

Berdasarkan prakiraan BMKG, puncak musim penghujan diprediksi terjadi pada bulan Januari ini. Oleh karena itu, modifikasi cuaca diharapkan dapat meminimalisir potensi banjir susulan di tengah kondisi sungai yang masih meluap.

“Kita upayakan semua jalur, baik penanganan di darat melalui penguatan tanggul, maupun di udara melalui modifikasi cuaca ini,” tukasnya.(nizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *