KUTACANE. Koreksinews.co.id – Lsm Pemantau Kinerja Aparatur Negara (PENJARA) Kabupaten Aceh Tenggara Pajri Gegoh meminta polda aceh untuk turun Tim khusus ke kabupaten aceh tenggara (Agara) menangkap mafia pupuk subsidi, karena dari tahun ke tahun membuat keresahan serta kesulitan bagi para petani untuk mendapatkan pupuk yang sesuai harga enceran tertinggi (HET).
“Miris kita melihat masyarakat petani Agara terkadang sulit untuk mendapatkan pupuk, bahkan harganya pun mahal. Artinya, hasil panen dan modal tidak sesuai,” sebut Pajri Gegoh kepada awak media Koreksinews.co.id Sabtu 1/7/2023.
Laporan masyarakat yang LSM Penjara peroleh menyebutkan, di daerah Kecamatan Babul makmur,Lawe Sigala-gala dan kecamatan lain nya petani membeli satu sak pupuk urea seharga Rp 160.000 sampai dengan Rp 170.000 “Kondisi menggilanya dan mahalnya pupuk subsidi dipastikan juga terjadi di 15 kecamatan lainnya , yang pasti diduga lebih parah lagi,” katanya.
LSM Penjara Agara berharap, Tim polda aceh segera menurunkan Tim khusus ke Aceh Tenggara guna mengatasi persoalan peredaran pupuk subsidi yang langka dan sulit didapat petani dan harganya yang sangat menggila Semua dijual diatas HET.
“Kami minta aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan terhadap kios – kios yang nakal yang diduga menjual pupuk subsidi di atas harga enceran tertinggi (HET) dan tangkap mafia pupuk sebagai bentuk efek jera supaya tahun berikutnya tidak muncul isu pupuk langka dan mahal,” harap fajri gegoh
pengawasan urea bersubsidi dikabupaten Aceh Temggara kita duga Mandul tidak ada dilakukan pengawasan makanya harga pupuk urea bersubsidi suka hati di jual dipasaran di karenakan kurangnya pengawasan dari dinas terkait.
kita berharap Polda Aceh segera turun ke aceh tenggara untuk melihat ke lapangan untuk melakukan pengawasan pendistribusian pupuk urea bersubsidi.
Bila ada terjadi penyimpangan dalam penyaluran dilapangan tangkap dan proses sesuai hukum yang berlaku dan jangan main- main dengan hal ini biar ada efek jera bagi mafia pupuk.
Seperti dikatakan Salah seorang warga Agara, Moko (40) Sabtu 1/7/2023 kepada awak media mengaku, sulit mendapatkan pupuk subsidi. Jika pun ada, malah harganya pun dijual di atas HET. (ijal)









